PEDOMAN PENULISAN
SKRIPSI DAN TESIS
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KATHAROS INDONESIA BEKASI
BEKASI, JANUARI 2025
BAB I
KETENTUAN UMUM
- Pengertian Skripsi dan Tesis
1. Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah yang berisi hasil penelitian, yaitu penelitian lapangan (Field Research) atau penelitian perpustakaan (Library Research) oleh seorang mahasiswa semester akhir sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Bobot skripsi untuk program pendidikan Strata Satu (Sarja Teologi dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen) adalah 6 (enam) satuan kredit semester (SKS).
2. Tesis
Tesis adalah karya ilmiah yang dihasilkan oleh seorang mahasiswa program Magister, sebagai salah satu syarat penyelesaian studi strata dua (S2). Perbedaan tesis dengan skripsi adalah tingkat kedalaman dan keluasan kajian, yang dinyatakan dengan jumlah halaman tesis, jumlah sumber refrensi, cakupan unit analisis serta implikasi dari penelitian yang dihasilkan. Bobot tesis untuk program pendidikan Strata Dua (Magister Teologi dan Magister Pendidikan Agama Kristen) adalah 8 (delapan) satuan kredit semester (SKS).
- Jumlah Halaman & Refrensi
- Jumlah Halaman (minimal):
- Skripsi : 70 (tujuh puluh) 1.2. Tesis : 120 (seratus dua puluh)
- Jumlah Refrensi Buku (minimal):
- Skripsi : 30 (tiga puluh)
- Tesis : 60 (enam puluh)
C. Syarat Umum Penyusunan
- Disusun secara teratur yang mencakup semua unsur yang diperlukan sesuai ketentuan, yaitu: Halaman Cover Depan (wajib), Halaman Judul (wajib), Halaman Pembaktian (tidak wajib), Halaman Motto (tidak wajib), Halaman Pengesahan Dosen Pembimbing (wajib), Halaman Pengesahan Pimpinan Lembaga atau Ketua STT Katharos (wajib), Halaman Hasil Persidangan (wajib), Abstraksi (wajib), Halaman Kata Pengantar (tidak wajib), Halaman Daftar Isi (wajib), Bab I Pendahuluan, Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V, Daftar Kepustakaan (wajib), Daftar Riwayat Hidup (wajib) dan Lampiran-lampiran (jika ada).
- Skripsi, tesis diketik dengan komputer dengan jarak spasi ganda pada kertas A4, 80 gram (print final) dengan jenis huruf Times New Roman.
- Menggunakan bahasa, kalimat, kata, ejaan dan tanda baca yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia yang disempurnakan.
- Penalaran, pembuktian dan penyimpulan serta alur pemikiran seluruh isi skripsi atau tesis atau disertasi harus sistematis, logis, metodologis dan koheren.
D. Tujuan Penulisan Skripsi atau Tesis
- Sebagai kegiatan penelitian, penulisan skripsi, tesis bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan pengetahuannya sesuai dengan program dan jenjang strata pendidikan yang diikutinya.
- Penulisan skripsi, tesis dimaksudkan sebagai sarana pembuktian tertinggi untuk mengukur kemampuan seorang mahasiswa untuk berpikir secara ilmiah, dengan daya cipta sebagai calon Sarjana atau calon Magister atau calon Doktoral.
- Menghasilkan karya ilmiah yang memuat buah pikiran mahasiswa, yang sangat bernilai untuk disampaikan dan diketahui oleh orang lain.
- Dengan penelitian dan penulisan karya ilmiah, maka akan terbukti kemampuan mahasiswa untuk berteologia secara alkitabiah dan
kontekstual.
E. Jenis Penelitian (Research)
Berdasarkan tempat, penelitian dapat dilakukan dengan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
- Pendekatan Kepustakaan (Library Research)
- Pendekatan Lapangan (Field Research)
- Penelitian Laboratorium (Laboratry Research).
F. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian dapat dilakukan dengan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
- Pendekatan Kualitatif
- Pendekatan Kuantitatif
- Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif (Mix/kombinasi).
BAB II
LANGKAH-LANGKAH MENULIS SKRIPSI, TESIS ATAU DISERTASI
A. Pemilihan Judul
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah memilih atau menentukan judul skripsi, tesis yang akan ditulis. Hal itu dapat dilakukan sebagai berikut:
- Dipilih atau ditentukan oleh mahasiswa dan diajukan kepada Bidang Akademik 3 (tiga) judul sesuai ketentuan dari bidang Akademik.
- Dipilih dan ditetapkan satu diantara judul yang telah diajukan oleh pimpinan Sekolah Tinggi Teologi (STT) bidang akademik.
- Daftar penelitian yang telah disiapkan oleh bidang akademik sesuai program pendidikan (prodi) yang diikuti oleh mahasiswa. Judul Skripsi 2 (dua) variabel, judul tesis 3 (tiga) variable [1] sesuai dengan
jurusan/konsentrasi yang diikuti (teologi, pendidikan, sistematika, biblika, kepemimpinan, dll.).
- Pemilihan judul harus memperhitungkan kemampuan intelektual, dana, waktu, literatur, kekuatan, dll. yang dibutuhkan oleh mahasiswa.
B. Rencana Penyusunan Skripsi, Tesis, Disertasi
Rencana penyusunan dibagi dalam 4(empat) tahap, yaitu:
Pertama, tahap perencanaan berupa studi awal (pendahuluan), inventarisir literatur, wawancara atau studi lapangan (pilot study) untuk memperjelas masalah yang diselidiki lebih lanjut. Tahap ini dibutuhkan agar dapat dipastikan bahwa mahasiswa sudah memiliki sumber data yang memadai.
Kedua, tahap penulisan proposal skripsi atau tesis yang berisi Latar Belakang Permasalahan, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Pentingnya Penelitian, Hipotesis atau Proposisi untuk prodi Teologi (kesimpulan sementara), Definisi Istilah (khusus untuk jenis penelitian kualitatif) dan Sistematika Penulisan. Proposal skripsi atau tesis ditetapkan terdiri dari Bab I sd. III untuk keperluan ujian proposal.
Ketiga, tahap penelitian, baik penelitian literatur (library research) maupun penelitian lapangan (field research).
Keempat, tahap penulisan mulai dari konsep sampai ke solusi pemecahan masalah.
BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI, TESIS ATAU DISERTASI
Skripsi atau tesis atau disertasi tersusun atas 3(tiga) bagian utama yang terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian refrensi, yaitu:
- Bagian Awal yang terdiri dari:
- Halaman judul (cover)
- Halaman pengesahan dosen pembimbing (Pembimbing 1 dan Pembimbing 2), Pembimbing 1 dan Pembimbing 2, serta Direktur Pasca Sarjana (untuk tesis) dan Ketua Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia pada halaman tersendiri.
- Abstraksi
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- Bagian Inti yang terdiri dari:
- Pendahuluan (satu bab) untuk Skripsi minimal 10 halaman, untuk Tesis minimal 15 halaman.
- Laporan Studi dan Pembahasan, 3 (tiga) bab, yaitu bab II (dua), bab III (tiga) dan bab IV (empat).
- Penutup yang terdiri dari Kesimpulan (simpulan) dan Saran-saran/Implikasi/Rekomendasi, 1(satu) bab, yaitu bab V (lima).
- Bagian Referensi yang terdiri dari:
- Daftar Kepustakaan
- Lampiran-lampiran (jika ada)
- Surat Keterangan dari Pimpinan Lembaga Tempat Penelitian (Sekolah, Gereja, Yayasan, dll.) bahwa penulis benar-benar telah melakukan penelitian, khususnya bagi yang melakukan penelitian lapangan (field research).
- Curriculum Vitae (riwayat hidup penulis).
Penjelasan sistematika penulisan skripsi atau tesis adalah sebagai berikut:
A. Bagian Awal Skripsi, Tesis
- Halaman judul adalah halaman pertama yang terdapat judul skripsi/tesis/, nama mahasiswa (lengkap), nomor induk mahasiswa, pengajuan skripsi/tesis/disertasi untuk jenjang kesarjanaan (Sarjana atau Pasca Sarjana) yang hendak yang dicapai (teologi, pendidikan agama Kristen, biblika atau kepemimpinan, misi, ), nama perguruan tinggi atau Sekolah Tinggi Teologi, tempat dan waktu penyelesaian skripsi/tesis/disertasi. Contoh Tempat dan waktu penyelesaian Skripsi: BEKASI, JUNI 2016 atau BEKASI, JUNI 2020.
Catatan: Judul Skripsi/Tesis/, nama perguruan tinggi, tempat dan waktu penyelesaian semua dengan huruf kapital (besar) dengan ukuran huruf (font size) 13 (tigas belas), sedangkan tulisan lainnya hanya huruf awal yang capital dan ukuran huruf adalah 12 (dua belas) tanpa teecuali termasuk tulisan BAB I PENDAHULUAN, BAB II LANDASAN TEORITIS, dst. (Lihat contoh pada skripsi atau tesis yang ada!).
- Pemilihan dan penetapan judul skripsi/tesis/ haruslah memperhatikan hal-hal berikut:
- Judul adalah ungkapan tersingkat dari muatan skripsi atau tesis.
- Untuk pembaca skripsi/tesis/ judul haruslah janji yang harus dipenuhi oleh si peneliti/penulis, dan merupakan cerminan untuk melihat apakah rencana penulisan sudah diwujudkan.
- Judul harus merupakan kalimat pernyataan atau statemen dan bukan dalam bentuk pertanyaan. Konsep judul harus utuh dan lengkap, sehingga tidak perlu lagi dijelaskan lebih lanjut.
- Judul harus menggunakan kata-kata yang lugas dan tepat. Katakata yang digunakan dalam judul tidak boleh bersifat puitis, provokatif, bombastis, atau muluk-muluk.
- Judul tidak boleh diawali dengan ungkapan-ungkapan yang tidak relevan dan mengandung generalisasi yang kabur,
misalnya:
- “Sebuah Studi Ilmiah…”
- “Suatu Penelitian Mengenai…”
- Sedikit Sumbangan dalam…”
- “Satu Aspek Tentang…”
- Beberapa Kritik Terhadap…”
- Judul harus tersusun logis dengan menggunakan istilah atau kata pada komposisi yang benar.
- Halaman Pengesahan
- Halaman pengesahan dari dosen pembimbing untuk skripsi, halaman pengesahan untuk dosen pembimbing dan Direktur
Pascasarjana untuk tesis.
Halaman pengesahaan ini bersifat pernyataan bahwa skripsi atau tesis tersebut telah diterima dan disahkan oleh pembimbing dan
Direktur Pascasarjana. (Lihat contoh yang ada!)
- Halaman Pengesahan dari Ketua Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi.
Halaman pengesahan ini berisi pernyataan resmi bahwa skripsi, tesis atau disertasi tersebut telah diterima dan disahkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi. (Lihat contoh yang ada!).
- Abstraksi
Bagian ini berisi gambaran secara ringkas keseluruhan isi skripsi untuk seorang calon Sarjana (S1) atau tesis untuk seorang calon
Magister (S2).
- Kata Pengantar
Bagian ini maksimal 2(dua) halaman untuk strata satu (S1) yang memuat isi hati penulis yang bersifat pribadi dan informasi tanpa memasukkan materi skripsi atau tesis.. Kata pengantar adalah tempat untuk penulis mengungkapkan terima kasih atas segala bantuanatau dukungan yang diterima oleh penulis dari berbagai pihak selama proses penulisan dan penyelesaian skripsi atau tesis.
- Ucapan terima kasih tidak perlu berlebih-lebihan, dan hanya
kepada pihak-pihak yang benar-benar memberikan
bantuan/dukungan dengan kata-kata dan kalimat yang wajar dan bahasa Indonesia yang baik. Hindari pemakaian kalimat yang salah, misalnya: “ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, …yang setinggi-tingginya”, “…yang sedalam-dalamnya”, … yang seluas-luasnya”. Juga harus memerhatikan hirarki ucapan terima kasih yang ditujukan, yaitu: kepada Ketua STT Katharos
Indonesia Bekasi, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Wakil Ketua
II Bidang Keuangan, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan & Pelayanan, Kaprodi Teologi atau Kaprodi PAK, Direktur Pasca Sarjana (khusus untuk tesis), Dosen Pembimbing, Para Dosen, Ketua Penjaminan Mutu Internal, Para Staff, Keluarga, dst. Yang dianggap penting.
- Penulis tidak perlu memasukkan kata-kata yang bernada merendahkan diri penulis, dan permohonan maaf karena menganggap karya ilmiahnya kurang berbobot atau masih terdapat kekurangan.
- Halaman motto dalam skripsi atau tesis, atau disertasi bukanlah suatu keharusan bahkan tidak diwajibkan, kecuali motto tersebut bersangkut-paut dengan pokok bahasan skripsi atau tesis, disertasi. Jika motto ditulis tetap besar fonz hurufnya adalah 12 (dua belas) dan boleh diblok.
- Oleh karena penulisan skripsi atau tesis atau disertasi adalah tugas akademik yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan studi jenjang stratum satu (S1) atau stratum dua (S2) atau stratum tiga (S3) untuk meraih gelar kesarjanaan, magister atau doktoral, maka tidak dibenarkan adanya halaman tambahan yang sifatnya pribadi atau emosional.
B. Bagian Inti Skripsi dan Tesis,
Untuk bagian ini dapat diberikan beberapa alternatif sistematika sesuai metode pendekatan penulisan yang dipilih oleh mahasiswa. Metode penulisan skripsi atau tesis atau disertasi untuk prodi Pendidikan Agama Kristen ada 2(dua), yaitu: Analisa Literatur (studi kepustakaan) dan Survei Lapangan (studi lapangan). Sedangkan untuk prodi teologi dengan pendekatan Analisa Literatur, yang berisikan hal-hal berikut:
I. Pendahuluan
- Latar Belakang Masalah
Menjelaskan apa yang menjadi inti permasalahan dan mengapa hal itu menjadi masalah. Untuk itu perlu didukung oleh fakta atau gagasan secara ringkas. Uraian ini harus singkat dan tepat, antara
2-3 halaman.
- Rumusan Masalah
Adalah berupa pernyataan problematik dan subtansial yang akan diselidiki dalam keseluruhan studi, dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan variable judul.
- Tujuan Penelitian
Harus dirumuskan dengan spesifik, kongkrit berdasarkan kejelasan masalah dan pertanyaan dengan kata kerja yang tepat, seperti: untuk menjelaskan, untuk membandingkan, untuk menguraikan, dan untuk memaparkan (untuk skripsi cukup satu alinea).
- Pentingnya Penelitian
Menjelaskan makna dan kontribusi yang diharapkan teologi, bagi gereja, bagi diri sendiri, dan bagi orang lain, untuk skripsi cukup 3 alinea, untuk tesis 6 halaman dan untuk disertasi anatara 9 – 10 halaman.
- Hipotesis (PAK ) atau Proposisi (Teologi)
Merupakan pernyataan, keyakinan, kesimpulan yang bersifat sementara, namun menjadi pengarah dari keseluruhan penelitian.
Hipotesa dapat dirumuskan dalam bentuk tesis seperti contoh berikut: “Jika……………………maka………………………” atau
“If-then” yang menghubungkan variable.
- Ruang Lingkup Penelitian (Postulat)
Menjelaskan batasan dari penelitian agar tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, cukup 3 – 4 alinea.
- Sistematika Penulisan
Bagaimana laporan penelitian akan diungkap bab demi bab, dari bab I(pertama) sampai bab V(lima).
II. Bab-bab Bahasan Utama
Bahasan utama ini merupakan bagian yang paling penting dan terdiri dari beberapa bab, tergantung luasnya pokok bahasan skripsi atau tesis, atau disertasi. Dua bagian utama dalam bahasan ini adalah:
- Bab uraian teori dan atau telaah pustaka yang mengetengahkan teori-teori ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Teori-teori itu mencakup hasil-hasil penelitian lain dalam bidang yang sama, yang telah diakui keabsahannya.
- Bab uraian empiris atau hasil penelitian. Dalam bab-bab ini disajikan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisa data tersebut. Pada umumnya bagian ini dipisahkan dalam 2 bagian,
yaitu:
- Bab gambaran umum objek penelitian
- Bab analisa data.
III. Penutup (Kesimpulan dan Saran)
- Kesimpulan
Kesimpulan dalam skripsi atau tesis atau disertasi tidaklah sama dengan intisari. Kesimpulan haruslah diperhatikan interpretasi mengenai implikasi, hubungan dan akibat atau hasil dari segenap uraian yang mendahuluinya. Untuk memeriksa ketepatan dan kewajaran kesimpulan perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
- Apakah kesimpulan diperkuat oleh bukti-bukti yang terdapat dalam uraian?
- Apakah kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak memihak terhadap data?
- Apakah kesimpulan terbatas pada uraian yang ada atau penulis telah membuat kesimpulan yang terlalu luas, melebihi batas-batas yang seharusnya?
- Apakah seluruh kesimpulan merupakan jawaban langsung terhadap masalah dan tujuan penelitian?
- Apakah perumusan kesimpulan cukup jelas dan cermat, sehingga setiap pembaca dapat menangkapnya?
- Saran atau Implikasi atau Rekomendasi
Saran atau implikasi atau rekomendasi harus memiliki keterkaitan dan kesesuaian dengan masalah, uraian dan kesimpulan. Saran atau rekomendasi harus merupakan manifestasi dari keinginan penulis skripsi atau tesis atau disertasi untuk sesuatu yang dianggapnya belum terjadi dan terlaksana. Dengan melaksanakan saran-saran atau rekomendasi tersebut, penulis mengharapkan bahwa sesuatu yang belum terjadi atau terlaksana tersebut dapat terwujud. Oleh karena itu saran atau rekomendasi yang disampaikan penulis adalah hasil pengamatan dari penulis yang melihat kelemahan-kelemahan yang berhubungan dengan pokok-pokok
bahasan skripsi atau tesis atau disertasi.
Catatan: CONTOH LENGKAP Baik Teologi maupun PAK
DAFTAR ISI
COVER …………………………………………………………………………………………………………..
PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING ……………………………………………………….. i
PENGESAHAN LEMBAGA PENDIDIKAN …………………………………………………. ii
HASIL PERSIDANGAN ………………………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………… iv
ABSTRAKSI ……………………………………………………………………………………………….. vii
ABSTRACTION ………………………………………………………………………………………… viii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………… ix
BAB I
PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………….
- Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………………… 1
- Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………… 6
- Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………………. 7
- Pentingnya Penelitian ……………………………………………………………………………. 7
- Proposisi/Hipotesa ……………………………………………………………………………….. 7
- Ruang Lingkup Penelitian ……………………………………………………………………… 7
- Sistematika Penelitian …………………………………………………………………………… 8
BAB II
LANDASAN TEORI ………………………………………………………………………………………..
- Variabel X ……………………………………………………………………………………………..
- Sub-Variabel 1 (Pengertian/Definisi) …………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
xvii
- Variabel Y ……………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
- ………………………………………………………………………………………………………..
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………………………………………….
- Jenis dan Pendekatan Penelitian ………………………………………………………………. B. Lokasi Penelitian ……………………………………………………………………………………. C. Waktu dan Tempat Penelitian ………………………………………………………………….. D. Sumber Data Penelitian …………………………………………………………………………… E. Teknik Pengumpulan Data ………………………………………………………………………. F. Penyajian Data ………………………………………………………………………………………. G. Teknik Analisa Data ………………………………………………………………………………..
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN …………………………………………………..
- Hasil Wawancara (Penelitian Kualitatif) Atau Hasil Survey (Penelitian
Kuantitatif) …………………………………………………………………………………………….
BAB V
xix
PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………….
- Kesimpulan …………………………………………………………………………………………..
- Saran …………………………………………………………………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………….
LAMPIRAN
xx
- Pendahuluan yang berisi:
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Pentingnya Penelitian
- Hipotesis/Proposisi
- Ruang Lingkup Penelitian
- Daftar Istilah
- Sistematika Penulisan.
- Kajian Teori/ Tinjauan Literatur
Pentingnya studi literatur tentang topik yang dipilih untuk dipelajari dalam rangka membentuk teori dan menentukan metode penelitian. Perlu diketahui apakah sudah pernah diadakan penelitian tentang topik yang sama? Bagaimana pendekatan dan hasilnya?
- Metodologi Penelitian
Penjelasan tentang lokasi penelitian, metode penelitian, populasi dan
sampel, perumusan instrument (angket), pengumpulan data dan penganalisaannya.
- Analisa data, menyangkut kuantifikasi, statistik, diagram dan penafsirannya.
- Kesimpulan dan saran/rekomendasi mencakup
saran/rekomendasi berikutnya.
IV. Bagian Referensi
Bagian refrensi terdiri dari: Daftar Pustaka atau
Biografi, Lampiran (appendiks) dan Indeks.
- Daftar Pustaka
Yang dimaksud dengan daftar pustaka adalah suatu daftar yang terperinci dan sistematis yang disusun berdasarkan abjad dari semua karya ilmiah yang dipergunakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Marga atau nama keluarga penulis buku ditulis lebih dahulu kemudian namanya. Daftar Kepustakaan ditulis dengan tidak pakai nomor urut. (Dapat dilihat contoh yang ada!)
- Lampiran (appendiks) jika ada
Yang dimaksud lampiran antara lain: Formulir, Surat Keterangan, Daftar Pertanyaan, Daftar
Angket, Contoh-contoh Peraturan, Akte Perjanjian, Anggaran Rumah Tangga atau Kutipan yang melampaui setengah halaman, Peta Wilayah Penelitian Lapangan. Lampiran biasanya ditandai dengan angka Romawi: Lampiran I(pertama), Lampiran II (kedua) dan seterusnya. Jumlah lampiran harus dibatasi agar seimbang dengan isi.
- Indeks (jika ada)
Jika terdapat banyak istilah asing atau bahasa daerah, maka perlu disusun indeks istilah. Jika banyak pengarang yang karyanya dikutip, dibuat indeks pengarang. Dan jika banyak subjek membicarakan yang dikutip, maka perlu dibuat indeks subjek. Semua jenis indeks itu disusun secara alfabetis agar mudah dicari.
- Surat Keterangan Penelitian dan Daftar Riwayat Hidup Surat Keterangan dari Instansi/Lembaga tempat penelitian dilaporkan di halaman terakhir skripsi atau tesis atau disertasi. Demikian dengan
Daftar Riwayat Hidup (curriculum vitae)
dilaporkan di halaman terakhir skripsi atau tesis atau disertasi.
- Jumlah buku Kepustakaan. Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya jumlah buku kepustakaan dalam Skripsi adalah minimal 30 (tiga puluh) judul, sedangkan dalam tesis minimal 60 (enam puluh) judul dan dalam disertasi minimal 100 (seratus) judul. Disarankan 30(tiga puluh) prosen buku adalah berbahasa Inggris.
BAB IV
MATERIAL DAN TEKNIK PENGETIKAN SKRIPSI, TESIS
A. Material dan Ukuran Kertas
Material dan ukuran kertas adalah sebagai berikut:
- Diketik dengan computer pada kertas putih ukuran A4, rata kiri dan kanan.
- Isi skripsi minimal 70 (tujuh puluh) halaman, tesis minimal
120 (seratus dua puluh) halaman dan disertasi minimal 250 (dua ratus lima puluh) halaman, yang dihitung mulai dari halaman 1 dalam Bab I (Pendahuluan).
- Naskah diketik pada satu permukaan halaman dengan jarak antar baris 2 (dua) spasi.
- Batas margin atau tepi kertas skripsi atau tesis atau disertasi adalah sebagai berikut:
Atas (top) : 4 cm
Kiri (left) : 4 cm
Kanan (right) : 3 cm
Bawah (bottom) : 3 cm.
- Penulisan nomor halaman pada sudut kanan atas dengan:
- Angka Latin Halaman: Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel (jika ada), Daftar Gambar (jika ada), contoh: i, ii, iii, iv, v, vi, vii, viii, ix, x. Untuk halaman judul atau cover tidak diberikan nomor halaman.
- Angka Arab dimulai dari bagian Inti sampai bagian Refrensi, nomor 1,2,3,4,5,6,7, dst., diketik bagian kanan atas kertas, kecuali halaman pertama masing-masing Bab I
(pertama), Bab II (kedua), Bab III (ketiga), Bab IV (keempat) dan Bab V (kelima) nomor halaman diketik di bagian bawah tengah kertas atau tidak usah diketik (langsung saja menulis nomor selanjutnya pada halaman berikutnya).
- Pengaturan Jarak Spasi
- Pengetikan 1(satu) spasi untuk kutipan panjang (lebih dari tiga baris), tanpa tanda kutipan di awal dan di akhiran kutipan.
- Pengetikan 2(dua) spasi untuk seluruh naskah skripsi atau tesis atau disertasi.
- Pengetikan 3(tiga) spasi untuk mengetik:
- Antara nomor bab dengan judul bab
- Antara judul bab dengan baris pertama dari bab itu,
- Antara judul anak bab dengan baris di atas dan di bawahnya.
- Pengetikan skripsi atau tesis atau disertasi harus pakai
Komputer meja atau lapotop.
B. Cara Merujuk Kepustakaan
- Catatan Kaki atau Foot Note adalah:
- Sebagai catatan tambahan untuk memberikan penjelasan
- Penulisan foot note harus mencantumkan sumber kutipan dengan jelas, yaitu: nama pengarang buku, judul buku, lembaga penerbit, kota terbit, tahun terbit, nomor halaman. Sebaiknya digunakan buku terbitan tahun 2000 sampai dengan sekarang.
(Lihat contoh pada skripsi atau tesis atau disertasi!).
- Nama pengarang diketik sesuai dengan yang terdapat pada sampul buku (tanpa mencantumkan gelar). Untuk buku yang ditulis oleh dua atau tiga orang, semua nama harus ditulis dengan menggunakan nama yang sesuai tercantum pada buku tersebut. Jika pengarang/penulis lebih dari tiga orang, cukup menyebutkan nama pengarang/penulis dalam urutan pertama dan sebagai pengganti nama pengarang yang lain cukup dibubuhkan: “d.k.k.” (dan kawan-kawan) atau “et.al. (dalam buku bahasa Inggris).
- Judul karangan harus ditulis lengkap sesuai aslinya dan ditulis dengan hurup miring, dan tidak diberi garis bawah. Kapitalisasi judul karangan sesuai dengan yang berlaku umum, yaitu setiap permulaan kata digunakan hurup kapital, kecuali kata-kata penghubung yang tidak terletak pada posisi awal, misalnya: di, ke, dari, untuk, dan, dengan, yang, dsb. Di antara nama pengarang dan judul karangan disekat dengan tanda koma, sedangkan seluruh judul karangan tidak perlu ditutup dengan tanda baca apapun.
- Data penerbitan diketik yang terdiri dari:
- Kota tempat karangan diterbitkan, diikuti oleh titik dua(:)
- Nama penerbit disusul dengan tanda koma (,)
- Tahun penerbitan lalu diikuti dengan tanda koma dan kemudian langsung nomor halaman. Tidak perlu menuliskan “hal.” Atau “hlm.”
- Untuk buku bahasa Inggris digunakan singkatan “p” dari kata “page” artinya halaman, dan buku yang berbahasa Indonesia tidak perlu ditulis, tetapi langsung nomor halaman. Bila kutipan lebih dari satu halaman buku berbahasa asing digunakan singkatan “p.p.”
- Informasi yang tidak lengkap atau hilang, dapat dibuat sebagai berikut:
- Jika tidak ada pengarang, maka langsung diketik judul karangan.
- Jika tidak terdapat kota tempat karangan diterbitkan, maka disingkat dengan: “n.p. (no place), untuk buku bahasa Indonesia dengan singkatan: “t.t.p. (tanpa tempat terbit).
- Jika tidak terdapat nama penerbit, diketik singkatan:
“n.p.” (dari kata no publisher), sedangkan untuk buku bahasa Indonesia diketik: “t.p.” (dari kata tanpa penerbit).
- Jika tidak terdapat tahun penerbitan, cukup diketik:
“n.d.” (dari kata no date) dan untuk buku berbahasa Indonesia diketik: “t.t.” (dari kata tanpa tahun).
- Jika tidak terdapat nomor halaman, diketik: “n.g.” (dari kata no page) dan untuk buku bahasa Indonesia diketik: “t.n.n.” (dari kata tanpa nomor halaman).
- Catatan Kaki Untuk Kutipan ada 2(dua) cara, yaitu:
- Jika yang diutamakan adalah sumber asli, maka sumber asli itulah yang didahulukan diketik sesuai ketentuan yang berlaku bagi penulisan catatan kaki, kemudian sesudah nomor halaman dibubuhkan tanda koma dan disusul dengan kata: dikutip oleh. Untuk buku berbahasa asing diketik: citede by, lalu ketiklah nama pengarang dan judul karangan dan seterusnya sesuai dengan ketentuan bagi penulisan catatan kaki (foot note) dari pengutip yang menjadi sumber buku.
- Jika yang hendak ditekankan adalah penulis dari buku sumber yang digunakan dan bukan sumber asli, maka pengetikannya harus dibalikkan dari petunjuk di atas, sedangkan penghubung antar keduanya, untuk buku yang berbahasa asing adalah: citing dan buku yang berbahasa Indonesia adalah: mengutip.
- Menyingkat Catatan Kaki
Hanya dapat dilakukan untuk informasi kedua, ketiga dan seterusnya. Sedangkan informasi pertama harus ditulis lengkap sesuai ketentuan yang berlaku untuk penulisan catatan kaki. Ada 3 cara menyingkat dengan
menggunakan istilah Latin, yaitu:
- , dari kata “ibidem” yang berarti di tempat yang sama. Ibid. digunakan apabila sumber kutipan pertama segera diikuti dengan kutipan berikut yang sumbernya sama, tanpa diselingi oleh sumber lain dan terdapat pada halaman yang sama. Jika tidak pada halaman yang sama, harus diikuti dengan nomor halaman.
- cit., dari kata “opera citato” yang berarti di dalam karya yang telah dikutip. Op.cit digunakan jika kutipan berasal dari sumber yang sama dengan sumber yang pernah dikutip, tetapi telah diselingi kutipan dari sumber lain. Pengetikan harus didahului marga pengarang, baru diikuti “op.cit” dan dengan nomor halaman.
Contoh: Sijabat, Op.cit, 97; Butarbutar, Op.cit, 56; Op.cit; Tong, Op.cit, 111.
- cit., dari kata “loco citato” yang berarti di tempat/bagian yang telah dikutip dibuat sama dengan op.cit, tanpa nomor halaman, oleh karena loc.cit berarti di halaman yang sama dengan kutipan yang pernah dikutip.
- cit., digunakan untuk kutipan dari majalah atau
jurnal.
BAB V
MENULIS DAFTAR KEPUSTAKAAN
A. Cara Menulis Daftar Kepustakaan
Untuk menulis Daftar Kepustakaan harus memahami
beberapa hal berikut. Daftar kepustaka atau biografi adalah suatu daftar yang terperinci dan sistematis mengenai buku, artikel dari majalah atau surat kabar, jurnal, bulletin, terbitan berkala, hasil penelitian dan sebagainya yang telah ditelaah oleh penulis untuk menyusun skripsi, tesis atau disertasi. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan menulis daftar kepustakaan, yaitu:
- Untuk bahan bacaan yang berupa artikel dalam majalah atau surat kabar atau kamus atau ensklopedia, jika jumlahnya hanya sedikit dapat didaftar menjadi satu dengan buku.
- Jika jumlahnya banyak, maka buku-buku dibuat dalam daftar tersendiri, majalah dan surat kabar dibuat tersendiri, demikian juga untuk kamus dan ensklopedi, skripsi atau tesis atau disertasi, rekaman kaset, program computer (CD. Rom), hasil wawancara, dll.
- Golongkan sumber-sumber yang didaftarkan berdasarkan pandangan teologi penulisnya, misalnya: Lutheran, Calvinis,
Arminiam, Baptis, Injili, Pentakostal, dll.
- Golongkan berdasarkan kronologi penulisan sumber, misalnya: Klasik, Abad Pertengahan, Masa Reformasi, Abad Modern, dan lainnya.
- Daftar pustaka harus disusun secara alfabet, dan tidak diberi nomor urut, dimulai dengan nama keluarga atau marga penulis/pengarang.
Contoh: Gunarsa, Singgih; Butarbutar, Edward; Sijabat, B.
Samuel; Wowor, Vroly R.; Saragih, Herry M., dst. (Lihat Contoh pada skripsi atau tesis yang ada!).
- Penulisan daftar pustaka selaras dengan margin kiri dengan spasi tunggal. Jika lebih dari satu baris, maka baris-baris berikutnya diketik 5(lima) ketukan huruf yang berarti dimulai pada ketukan keenam atau satu tab.
- Jarak antara baris adalah 1(satu) spasi dan jarak antara judul buku yang satu dengan buku berikutnya adalah 2(dua) spasi.
Sistem penggolongan manapun yang diterapkan, harus dipastikan bahwa penulis telah mengikuti ketentuan umum
tentang penulisan biografi, sebagaimana telah dijelaskan di atas.
B. Contoh Penerapan Format Biografi Buku 1. Satu Pengarang/Penulis
Contoh:
Beker, John Christian, Paul The Apostle: The Triumph of Godin Life and Thought, Philadelphia Fortress, 1980.
Goppelt, Leonard, Theology of The New Testament, Disunting oleh Jurgen Roloft. Diterjemahkan oleh John E. Alsup. 2 Jil. Grand Rapids; William B.
Eerdmans Publishing Company, 1981.
2. Dua Pengarang/Penulis atau lebih
- Daftarkan namanya sesuai urutan dalam buku
- Yang namanya dibalik hanya yang pertama, yang lain ditulis sesuai dengan urutan biasa.
Contoh:
Strem, Guy dan Everret F. Bleiler, Esential German Grammar, New York: Dover Publication, 1961.
3. Pengarangnya Lembaga/Persekutuan
- Masukkan nama lembaga sebagai pengganti nama
orang; dan daftarkan sesuai urutan abjadnya.
- Jika penyunting disebutkan daftarkan juga namanya.
Contoh:
Society for Old Testament Study, The Old Testamen and Moder Study, Disunting oleh H.H.
Rowley, Oxford: Clarendon Press, 1951.
4. Pengarang Tidak Disebutkan
Judul buku langsung didaftarkan dalam masukan Bibliografi (daftar pustaka), dan ditempatkan sesuai dengan urutan abjadnya.
Contoh:
The Clergyman’s Fact Book, New York: M. Evans, 1965.
5. Penyunting
- Nama penyunting didaftarkan, dan dibelakangnya dicantumkan kata “peny.”
- Bila penyunting lebih dari 1(satu) orang, ketentuannya harus mengikuti pedoman pendaftaran pengarang jamak. Namun kata “peny.”(penyunting) harus tetap disertakan.
Contoh:
Feinberg, John S., dan Paul D. Feinberg, Peny. Tradition and Testament: Essay in Honor of Charies Lee Feinberg, Chicago: Moody Press, 1981.
6. Penerjemah
- Nama penerjemah didaftarkan, dan di belakangnya dicantumkan istilah “diterjemahkan oleh”.
- Jika penerjemah lebih dari satu orang, didaftarkan sesuai pedoman yang telah dikemukan di atas.
Contoh:
Bogdan, Robert, dan Steven J. Taylor, Kualitatif: Dasar-dasar Penelitian, Diterjemahkan oleh A. Khozin Afandi, Surabaya: Penerbit Usaha Nasional, 1993.
7. Edisi dan Seri
- Tuliskan bahwa buku tersebut edisi yang disempurnakan
- Nyatakan juga jika ia menjadi bagian dari satu seri terbitan tertentu.
Contoh:
Barclay, William, Intruduction to The First Three Gospel, Philadelphia: Forttress Press, 1975.
Hunter, Archibald M., The Letter of Paul to The
Galatians, Ephesians, Philippians, Collossian,
The Layman’s Bible Commentary, Jil. 22. Disunting oleh Balmer H. Kelly, Atlanta: John Knox Press, 1959.
8. Buku Berjilid Jamak
- Yang dimaksud di sini adalah buku yang menggarap satu pokok yang sama, tetapi disajikan dalam sejumlah
jilid.
- Penulisnya dapat saja hanya satu orang, tetapi mungkin juga beberapa orang. Demikian juga judul bukunya, mungkin saja setiap jilid memakai judul yang berbeda, tetapi kumpulan itu disatukan di bawah satu pokok yang luas, yang memayungi topik/pokok bahasan untuk setiap judul dalam seri itu.
- Cara pendaftarannya diatur sebagai berikut: (1). Satu pengarang, setiap jilid berbeda
Contoh:
Bart, Karl. Church Digmatic, Disunting oleh G.W., Bromiley dan T.F. Torrace, Jil. 1, Bag. 2. The Doctrine of The World of God, Diterjemahkan oleh G.T. Thomson dan Harold Knight, New York: Charles Scribner’s Sons, 1956.
(2). Jika setiap jilid berbeda pengarang
Contoh:
Evans, Austin P., Peny. Um. Records of Zivilization, Jil. 15, The Literature of The New Testament, oleh Findlay Scott, New York: Columbia
University Press, 1932.
(3). Jika satu pengarang
Contoh:
Richardson, Robert, Memoirs of Alexander Campbell, Jil. 2, Philadelphia: J.B. Lippincot, 1970.
(Catatan: jika seluruh buku dalam seri itu diselidiki, maka jumlah jilid perlu dituliskan, misalnya
10 jil.).
C. Pencatatan Artikel
Untuk mempersiapkan penulisan karya ilmiah, sumber yang paling sering diselidiki adalah artikel. Artikel dapat ditemukan di dalam buku, majalah ensklopedia atau sumber lainnya. Dalam bagian berikut akan diuraikan dan dilukiskan cara yang tepat dalam mendaftarkan artikel, sesuai dengan jenis sumbernya.
1. Artikel dalam Buku
Ketentuan umum mengenai penulisan artikel yang diambil dari buku adalah sebagai-berikut:
- Judul artikel ditempatkan dalam tanda petik, huruf pertamanya ditulis dengan huruf capital,
- Judul buku dicetak miring dan data bibliografi lain dicantumkan mengikuti judul artikel.
- Artikel dalam karya (buku) berjilid jamak
Contoh:
Hyatt, James Philip, “Introduction to and Exegesis of
The Book of Jeremiah,” Dalam The Interpreter’s Bible. Peny. George Butrrick, 5:777-1142, New York: Abington Press, 1955.
- Artikel dalam karya (buku) satu jilid
Contoh:
Rankin, O.S., “Promise”, Dalam A Theological Work Book of The Bible, Peny. Alan Richardson, 177, New York: Macmillan, 1951.
2. Artikel dalam Ensklopedia
- Nama pengarang dicantumkan
Contoh:
Fox, Norman, “Baptism”, Dalam The New SchaffHerzog Encyclopedia of Relegious Knowledge, ed. 1951.
- Nama Pengarang tidak dicantumkan Contoh:
Encyclopedia Britanica, Ed. 1952. S. V “Curia Romana”.
(S.V. adalah singkatan istilah Latin sub verbum
atau sub voce, dengan arti “di bawah kata”.)
3. Artikel Majalah atau Jurnal
Pedoman umum mengenai penulisan artikel yang diambil dari majalah atau jurnal, yakni:
- Judul artikel ditempatkan di dalam tanda petik
- Nama Majalah/Jurnal diketik dengan huruf cetak miring atau digarisbawahi. Nomor dan tahun terbitan disebutkan, kemudian nomor halamannya.
- Perhatikan: singkatan hal (halaman) atau p (page) tidak dipakai. Begitu pula, nama redaktur dan kota penerbitan majalah/jurnal, tidak perlu disebutkan.
Contoh:
Leo, Marvin, “The Significance of Christian Edcation in the Local Church” , Melody Monthly, 2 May 1970, 70-24.
Contoh:
Combs. William W., “The Transmission-History of The Septuagint”, Bibliotheca Sacra 146 (1989):255-69.
- Artikel dalam Surat Kabar/Harian
- Artikel tanpa pengarang Contoh:
“Tingkat Penghasilan Masyarakat Kecil Semakin Membaik”, Kedaulatan Rakyat, 30 April
1974, hal. 2
- Nama pengarang disebutkan
Contoh:
Sabda Waskita, “Pendidik yang Bertanggung
Jawab”, Kompas, 19 Januari 1990, hal. 4-
5
4. Skripsi/Tesis/
Cara penulisan yang di bawah ini berlaku jika karya tulis kelompok ini tidak diterbitkan. Tetapi jika karya tulis itu telah diterbitkan, maka penulisannya harus yang berlaku untuk buku.
a. Skripsi
Contoh:
Butarbutar, Edward, “Tinjauan Teologis Tentang Sakit-Penyakit dalam Kehidupan Orang Percaya”, Skripsi S1, Institut Alkitab Tiranus Bandung, 1991.
(Jenis Penelitian Kualitatif)
Gulo, Krisman, “Pernikahan Hada (Adat) Nias Utara Ditinjau dari Perspektif Iman Kristen.” Skripsi S1, Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia, 2012.
(Jenis Penelitian Kualitatif)
Kristianto, Devit, Pengaruh Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Selajar Siswa Sekolah Dasar Swasta Calvari Cinysog-Bekasi, Skripsi S1, Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi, 2020.
(Jenis Penelitian Kuantitatif)
b. Tesis
Contoh:
Waworuntu, Hendrikus F., “The of Church Planting in the Context of a Pluralistic Society.” Tesis M.Th, Asia Graduate
School of Theology, 1991
Butarbutar, Edward, “Argumentasi Alkitabiah Terhadap Penyaliban Yesus Menurut
Islam”, Tesis M.A. Sekolah Tinggi Teologi Agapes Jakarta, 2004.
(Jenis Penelitian Kualitatif)
Butarbutar, Edward, “Manfaat Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Siswa-siswi Kristen Sekolah Menengah Pertama Travina Prima
Bekasi Utara”, Tesis M.Pd.K, Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia, 2012.
(Jenis Penelitian Kuantitatif)
c. Disertasi
Contoh:
Collins, Marilyn Frances, “Messianic Interpretation of The Balaam Oracles.” Disertasi Ph. D., Yale University, 1978.
Butarbutar, Adolf Bastian, “Pengaruh Kepemimpinan Gembala Sidang dalam Pemilihan Penilik Jemaat Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7 Terhadap Pertumbuhan Jemaat di Gereja Kota Bekasi.” Disertasi
- Th., Sekolah Tinggi Teologi Syalom, Lampung, 2014.
Danudjaja, A. Suwandi, “Visionering & Missionering: Redefinisi dan
Reaktualisasi Visi-Misi Gereja Sebagai
Rencana Strategi Pertumbuhan
Religiusitas dan Perkembangan Gereja Kristen dalam 50 Tahun Mendatang”, Disertasi D.Th., Sekolah Tinggi Teologi Ikat Jakarta, 2016.
Butarbutar, Edward. “Studi Tentang Pentingya Doktrin Kepastian Keselamatan di Dalam Yesus Kristus, Korelasinya Dengan Pertumbuhan Iman dan Tanggung Jawab Gereja Untuk
Pemberitaan Injil Serta Pendidikan Agama Kristen”, Disertasi Doktoral (Dr.) Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Tinggi Teologi “IKAT” Jakarta, 2018.
5. Lain-lain
Cara penulisan dari sumber yang dikumpulkan dari surat pribadi, hasil wawancara, CD-ROM, kaset,
catatan dan diktat kuliah.
a. Surat Pribadi
Contoh:
Lembah Manah. Surat Pribadi, Wonosari, Gunung Kidul, 21 Juni 1990.
b. Hasil Wawancara
Contoh:
Andre Kawulamursid, Wawancara dengan punulis, Fakultas Agama University Majapahit, Kediri, Jawa Timur, 03 Oktober 1989.
c. Program Komputer (Software/CD-ROM)
Contoh:
SABDA: Online Bible Versi Indonesia, Ver.2.0. Software, Biblika dan Alat-alat, Yayasan Lembaga Sabda, CD-ROM.
d. Kaset
Contoh:
Gutierrez, Gustavo, “The Sprituality of Liberation Othodoxy and Othopraxis”, Ministers
Week J. Clyde Lecture. Enid, Okla: Graduate Seminary Library, 1988, Rekaman Kaset.
e. Catatan dan Diktat Kuliah/Bahan Ajar
Contoh:
Telaumbanua, Yusni, Catatan Kuliah,
Hamartologi dan Soteriologi, Sem. II, 2012.
Wowor, Vroly R., Diktat Kuliah. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, Sem. II, 2013.
Butarbutar, Edward, Bahan Ajar, Sejarah Doktrin,
Bekasi: Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi, 2016.
Butarbutar, Edward Bahan Ajar Program Pascasarjana Psikologi Pendidikan Kristen, Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia, 2018.
BAB VI
FORMAT PENULISAN FOOT NOTE DARI BUKU
A. Penjelasan Umum
- Berbeda dengan yang dilakukan dalam Biblografi (nama marga/keluarga disebut dahulu, kemudian nama diri), tetapi dalam penulisan foot note nama pengarang tidak dibalik.
- Jika di dalam imprimatur terdapat beberapa nama kota tempat penerbitan, maka tulislah salah satu (jika memungkinkan tuliskan yang utama).
- Kota dan nama penerbit dipisahkan oleh titik dua, kemudian diikuti oleh satu spasi kosong, sebelum nomor halaman.
- Cantumkan “t.k.’ (tanpa kota), “t.p.” (tanpa penerbit) dan “t.t.” (tanpa tahun) pada tempat masing-masing (sebagaimana dijelaskan dalam bab sebelumnya) jika data data untuk hal itu tidak ditemukan dalam buku yang digunakan sebagai refrensi.
- Judul buku diketik dengan komputer dengan huruf cetak miring, dan tidak diberi garis bawah.
- Pengarang Buku
1. Satu pengarang
Contoh:
[2]William R. Farmer. The Synoptic Problem: A Critical Analysis (Dillsboro, NC.: Westerm North Carolina Press, 1976), 214
2. Dua atau Tiga Pengarang
Contoh:
3Brian W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie, The C. Programming Language (England Cliffs, N.J.:
Prentice-Hall, 1978), 185.
3. Penerjemah
- Beri koma sesudah judul buku, kemudian sisipkan kata “pen.” di depan nama penerjemahnya.
- Jika penerjemah lebih dari satu orang, ikuti ketentuan pengarang jamak.
Contoh:
4J. Jeremias, Jerusalem in The Time of Jesus, pen., F.H. Cave dan C.H. Cave (Philadelphia: Fortress Press, 1999), 61-64.
4. Catatan dari Sumber yang Diterjemahkan
Beri tanda koma sesudah judul buku, kemudian sisipkan kata “pen.” di depan nama penerjemahnya. Jika penerjemah lebih dari satu orang, ikuti ketentuan pengarang jamak.
Contoh:
5Hans H. Stoldt, History and Critism of Markan Hyphothesis, pen., Donald L. Niewyck (Macon, GA: Mercer University, 1990), 152.
6J. Jeremias, Jerusalem in The Time of Jesus, pen., F.H. Cave dan C.H. Cave (Philadelphia: Fortress Press, 1989), 65-67.z
- Format Catatan Untuk Buku Berseri
Cantumkan nama resmi serinya di belakang judul buku, sesudah tanda koma. Tuliskan juga nomor jilid (nomor urut) jika ada.
Contoh:
7C.F.D. Moule, The Epistles of Paul the Apostle to Colossians and to Philemon, Gambridge Greek Testament Commentary (Cambridge: Cambridge University Press, 1957), 167.
6. Ada Penyunting
Nama penyunting dicantum setelah nama seri
dituliskan, dipisahkan oleh koma.
Contoh:
8Norman Perrin, What is Redaction Criticism, New Testament Series, peny., dan O. Via, Jr. (Philadelphia:
Fortress Press, 1969), 64.
9 Gordon J. Wenham, Numbers, Tyndale Old Testament Commentararies, peny. Um., D.J. Wiseman (Downers Grove: Inter Varsity Press, 1981), 202.
BAB VII
MENGHINDARI KESALAHAN DALAM
PENULISAN KARYA ILMIAH
A. Penempatan dan Penggunaan Tanda Baca
- Semua tanda baca: titik, koma, tanda tanya dan tanda seru diletakkan sebelum tanda petik tutup.
Contoh: Sesudah itu tampillah Zedekia bin Kenaana, ditamparnyalah pipi Mikha serta berkata: “Mana boleh Roh
Tuhan pindah dari padaku untuk berbicara kepadamu?”
- Tanda titik tidak ditulis pada akhir judul atau sub judul
- Setelah tanda titik pada akhir kalimat, jarak pengetikan dengan kalimat selanjutnya harus diberikan jarak satu Tetapi tidak perlu pada singkatan nama atau singkatan umum, angka dan ayat Alkitab.
- Tanda titik untuk kalimat/kutipan yang diakhiri dengan kata bertanda kurung hanya diperlukan setelah tanda kurung tutup.
Kalimat/kutipan itu tidak perlu diberi titik, misalnya:
“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu” (Kol. 1:24a).
- Semua tanda baca diletakkan melekat dengan kata yang mendahuluinya, contoh: yaitu, apakah?, faktor/aspek, Tuhan
(Allah), orangtua; guru.
B. Tata Bahasa
- Untuk kalimat langsung yang diberi tanda petik (indensi) tidak perlu didahului kata “bahwa.” Misalnya: “Paulus berkata bahwa, “Apakah dengan mengatakan kebenaran aku menjadi musuhmu?” Cara menulis yang benar: Paulus berkata, “apakah dengan mengatakan kebenaran aku menjadi musuhmu?”.
- Kalimat sebaiknya tidak dimulai dengan kata “dan” (karena
“dan” adalah kata sambung).
- Untuk kata-kata yang telah menunjukkan jumlah jamak, khususnya kata ulang yang berarti jamak, tidak boleh didahului oleh satuan yang menunjukkan arti jamak.
Contoh yang salah:
Para murid-murid Yesus, para guru-guru, banyak orangorang, banyak mahasiswa-mahasiswa, para pemain-pemain masuk ke lapangan, dst.
Cara Menulis yang benar:
Para murid Yesus, para guru, banyak orang, banyak mahasiswa, para pemain.
- Suatu kalimat harus memiliki subjek, predikat dan objek atau keterangan (SPOK).
- Harus dapat membedakan antara subjek dan objek.
Contoh kalimat yang salah:
Dalam buku/ayat ini menjelaskan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus.” Kalimat yang benar adalah: “Buku/ayat ini menjelaskan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus”. Kata “dalam buku/ayat” dalam kalimat tersebut adalah kata keterangan, bukan subjek. Sebuah kata keterangan tidak dapat diikuti predikat/kata kerja aktif. Sedangkan kata “buku” dalam kalimat tersebut adalah subjek yang boleh saja diikuti dengan kata kerja aktif. Jika kalimat tersebut tetap ingin menggunakan kata “dalam,” maka kata “menjelaskan” harus diganti dengan “dijelaskan,” sehingga bentuknya menjadi:
“Dalam buku/ayat ini dijelaskan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus”.
C. Penggunaan Huruf Kapital
- Huruf kapital atau huruf besar digunakan untuk menulis nama orang, tempat, dsb. Contoh: Andreas, Barnabas, Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Petrus, Budi, Rini, Stephen
Tong, Daud Slamet, Martin Luther, Teresia, Yohana Margareta, Edward Butarbutar, dst. (menulis nama orang harus menggunakan huruf besar/capital pada huruf pertama).
Menulis nama tempat/kota harus menggunakan huruf kapital pada huruf pertama. Contoh: Bekasi, Bandung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan, Sibolga, Danau Toba,
Sumatera Utara, Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Pulau Nias,
Samosir, Jawa Barat, Riau Kepulauan, Batam, Lampung, Papua, Kalimantan, Manado, Indonesia, Amerika Serikat, dst.
- Judul buku dan artikel harus menggunakan huruf kapital hanya untuk huruf pertama dari setiap kata, kecuali untuk kata depan, misalnya: from, to, in, on, at, for, of, with (dari, ke, dalam untuk, di, dengan). Gunakan masing-masing kata
“untuk (for)” dan “dalam (in)” pada kalimat yang tepat.
- Huruf kapital tidak diperlukan untuk kata-kata berikut: alkitabiah, kekristenan, kristiani, firman, kecuali untuk menunjuk kepada Yesus sebagai Firman (yang hidup).
D. Cara Menulis Kata Awal “di”
- Kata Awalan “di” dipisah cara menulisnya
Contohnya: di atas, di tengah, di bawah, di antara, di samping, di Bekasi, di Bandung, di Yogyakarta, di Medan, di Binjai, di Pematang Siantar, di Sibolga, di Sirombu, di
Ambon, di Sintang, di Ternate, di Papua, di Yerusalem, di
Korea, di Amerika Serikat, di Sorga, di Batam, di Riau, di
Sumatra, dst.
- Kata Awalan “di” disatukan cara menulisnya
Contoh: dilihat, disaksikan, ditolong, dipegang, dibawa, diangkat, dirasakan, disadari, dicium, dibedah, diubah, diperkuat, dianiaya, diteriaki, ditulis, dihapus, disebut, dikemukakan, diutus, ditunjuk, diungkapkan, dimakan,
diminum, dinikmati, dijual, dst.
E. Menggunakan Kata dengan Tepat
- Kata “dapat/bisa/boleh”, ini harus dipakai pada kalimat yang tepat agar maknanya benar. Kata “bisa” dapat berarti “racun”.
- Banyak tokoh/orang, para siswa/mahasiswa, para pemain, para guru/dosen, para orangtua, para hamba Tuhan, para Rasul, dst., ini adalah cara menulis yang benar.
- Dalam karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi) tidak menggunakan kata pengganti orang “saya”, “kami”, “kita”, tetapi ”Penulis” atau “Peneliti”, untuk menunjuk kepada penulis skripsi, tesis atau
disertasi.
G. Penulisan Refrensi Ayat Alkitab dengan Benar
- Mengacu pada tulisan Daniel Lucas (2005) dalam bukunya, Menjadi Mahasiswa Teologi yang Berhasil, penulisan refrensi ayat Alkitab pada tubuh skripsi, tesis, disertasi harus ditulis secara lengkap, tidak disingkat, kecuali ayat tersebut ditempatkan di dalam tanda kurung. Cara penulisan dan penyingkatan harus mengikuti aturan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Lihat bagian depan dalam Alkitab! Contoh: Kej., Ul., 1Sam., 1 Raj., Mzm., Hab., Za., Mal., Yoh., Mrk., Kis., Rm., 1Kor., Ef., Flp., 1Ptr.,Why., dst.
- Bedakan dengan cara menulis lengkap ayat Alkitab berikut : 2 Samuel 7:14, 1 Raja-raja 3:15, 1 Korintus 3:16 dan 1 Petrus 3:115-16.
Contoh: Dalam 2 Samuel 7:14 Tuhan berfirman: “Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia”.
- Ayat-ayat Alkitab tidak dijadikan sebagai foot note (catatan kaki).
H. Lain-lain (istilah baru dalam bahasa Indonesia)
- Kesimpulan …..jadi simpulan
- ..jadi memerhatikan
- ..jadi peduli
- ..jadi mukjizat 5. Korban… jadi kurban (hewan).
- ..jadi sejatinya.
- Daring…online.
Ditulis dan diedit kembali pada 1 Oktober 2024 oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr. Djone Georges Nicolas, M. Th berdasarkan kesepakatan dan keputusan RAPAT UNSUR PIMPINAN, STAFF, AKADEMIK, DAN PENELITIAN Senin 10 Juli 2023 jam 10.00 –
Selesai.
[1] Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi. Variasi adalah konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu faktor yang jika diukur akan menghasilkan skor yang bervariasi. Jadi variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik penelitian.
[2] Hans H. Stoldt, History and Critism of The Markan Hypothesis, pen., Donald L. Niewyck (Macon, GA: Mercer University, 1980), 152.